Timing belt bermasalah bisa menjadi masalah serius pada kendaraan, khususnya untuk bagian mesin dan performa mobil. Komponen ini memiliki fungsi sebagai pengatur putaran katup dan piston supaya tetap sinkron. Itulah sebabnya mengapa kerusakan pada timing belt akan sangat mempengaruhi mesin secara keseluruhan. Untuk itu, pengecekan secara berkala jadi upaya efektif untuk mengetahui kondisi belt tersebut.

Timing belt adalah komponen penting yang letaknya di dalam mesin sebuah kendaraan. Bentuknya mirip seperti rantai motor yang fungsinya memastikan gear beroperasi dengan baik. Hanya saja bahan belt ini terbuat dari karet yang kuat. Berikut ini tanda-tanda kerusakan pada timing belt dan contoh kasus yang terjadi jika komponen ini rusak.
Sebuah mobil Toyota Fortuner mengalami kecelakaan tepatnya di Simpang Tiga Jarak Ngijo, Malang. Dari 9 penumpang dan satu sopir, empat diantaranya meninggal dunia. Melansir dari penuturan para saksi dan korban yang selamat, ada beberapa masalah yang menyebabkan kecelakaan tersebut tidak dapat terelakan.
Kronologinya mobil Fortuner tersebut melaju dari arah Lumajang menuju Poncokusumo, Malang. Pukul 6 sore rombongan tersebut sampai di Simpang Tiga Dusun Jarak Ngijo. Dugaan pertama yaitu karena kondisi rem yang sudah blong.
Alasan kedua adalah adanya komponen timing belt bermasalah yang kondisinya sudah tidak bagus lagi. Akibatnya, mobil rombongan tersebut keluar jalur dan masuk ke jurang dengan kedalaman 80 hingga 100an meter.
Salah satu tanda awal bahwa timing belt mulai aus atau kendor adalah munculnya suara berisik dari mesin. Suara ini biasanya berupa derit atau desisan yang terdengar ketika mesin pertama kali dinyalakan atau saat akselerasi. Suara ini terjadi karena belt yang sudah tidak dalam kondisi optimal. Sehingga tidak mampu beroperasi dengan tenang dan efisien.
Jika mesin mobil menjadi sulit hidup, ini bisa jadi tanda bahwa timing belt mengalami kerusakan. Timing belt yang rusak tidak dapat mengatur putaran katup dan piston dengan benar. Sehingga mengganggu proses pembakaran dan menyebabkan mesin sulit dinyalakan. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
Timing belt bermasalah dapat menyebabkan mesin mobil bergetar lebih dari biasanya. Getaran ini berasal dari ketidaksinkronan antara putaran katup dan piston. Akibatnya timing belt sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Jika merasakan getaran yang tidak biasa, periksalah kondisi timing belt.
Ketika timing belt mulai melemah, kinerja mesin mobil akan mengalami penurunan. Mobil mungkin akan terasa kehilangan tenaga saat berkendara, atau bahkan mengalami lonjakan tak terduga selama akselerasi. Timing belt yang sudah tidak mampu bekerja dengan optimal akan mempengaruhi performa keseluruhan mesin tersebut.
Tanda lain yang bisa menunjukkan masalah pada timing belt adalah kebocoran oli di sekitar penutup timing belt. Oli yang bocor dapat merusak timing belt dengan cepat, karena oli dapat membuat belt menjadi licin dan lebih cepat aus. Jika melihat adanya kebocoran oli, sebaiknya segera periksa dan perbaiki sebelum masalah menjadi lebih serius.
Merawat kondisi timing belt tentu sangatlah penting. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan perawatan berkala di Bengkel NEWFAST. Di bengkel berpengalaman ini terdapat tenaga ahli yang paham betul dengan cara merawat berbagai komponen penting seperti timing belt. Spare part di NEWFAST juga tersedia secara lengkap.
Beberapa tanda-tanda timing belt bermasalah harus pengendara ketahui dengan benar. Mengecek kerusakan lebih awal dapat mencegah tingkat kerusakan yang lebih parah. Sebaiknya percayakan servis kendaraan ke Bengkel NEWFAST supaya performa dan kondisinya selalu prima.