Peristiwa mobil terbakar pasca kecelakaan yang terjadi di KM 58 Tol Cikampek, pada April 2024 lalu masih menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, kecelakaan tragis tersebut melibatkan 3 kendaraan sekaligus. Sebut saja bus Primajasa (B-7655-TGD), GranMax (B-1635-BKT) serta mobil Daihatsu Terios.
Kecelakaan bermula ketika GranMax di jalur contra flow menepi ke bahu jalan hingga masuk ke lawan arah. Bersamaan dengan itu, bus Primajasa dari arah Cikampek melaju kencang sehingga tak mampu menghindari GranMax.
Tabrakan pun tak terhindarkan menyebabkan GranMax yang mengangkut 9 orang langsung terbakar. Naasnya, Daihatsu Terios yang saat itu melintas ikut menyenggol bus dan GranMax hingga ikut terbakar.
Adapun korban meninggal akibat kecelakaan beruntun ini sebanyak 12 orang. Para korban terdiri atas 7 laki-laki serta 5 wanita. Sementara sisanya mengalami luka berat dan ringan yang langsung mendapat penanganan medis di RSUD Karawang.

Pada dasarnya, kendaraan yang meledak hingga terbakar setelah alami kecelakaan seperti kasus di atas cukup sering terjadi. Di Negara Indonesia sendiri, ada belasan peristiwa serupa dalam setiap tahunnya.
Namun, apakah kendaraan roda empat yang terbakar setelah kecelakaan merupakan hal wajar? Jawabannya adalah tidak. Terjadinya kebakaran pada kendaraan roda empat setelah kecelakaan bukanlah hal yang wajar.
Meskipun bisa terjadi, biasanya karena terdapat faktor-faktor spesifik yang membuat kendaraan mengalami kritis. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa ada setidaknya tiga pemicu umum.
Pemicu tersebut populer dengan istilah triangle of fire yakni udara, material mudah terbakar dan suhu panas. Kendati demikian, kasus mobil terbakar pasca kecelakaan juga bisa terjadi karena masalah internal mesin seperti berikut ini.
Kecelakaan yang melibatkan benturan keras bisa menyebabkan tangki bahan bakar rusak. Bahkan, tak jarang salurannya menjadi terputus. Hal tersebut memungkinkan bahan bakar tumpah dan terbakar jika terkena suhu tinggi.
Berikutnya, bocornya cairan pendingin dapat menyebabkan mesin menjadi overheating. Sehingga ketika mobil terbentur, komponen mesin cenderung meleleh hingga terbakar. Ini umum terjadi pada mesin mobil yang jarang mendapatkan service atau komponen pendinginnya memang sudah tak layak pakai.
Pemicu utama yang sangat perlu pemilik kendaraan perhatikan adalah korsleting pada sistem kelistrikan. Kabel kelistrikan yang putus akibat benturan dapat meningkatkan kemungkinan mobil terbakar pasca kecelakaan.
Putusnya saluran listrik ini akan menimbulkan percikan api yang mudah menyulut bahan bakar atau komponen mesin lainnya. Sama seperti sistem pendinginan, kelistrikan yang usang atau jarang service memiliki risiko kebakaran lebih besar.
Banyak orang menganggap kejadian tak terduga seperti mobil terbakar pasca kecelakaan merupakan bagian dari takdir. Kendati demikian, sebagai pemilik kendaraan memiliki tanggung jawab untuk meminimalisir hal tersebut.
Salah satunya melalui service mobil secara tepat dan rutin guna menjaga kondisi kendaraan tetap prima. Sehingga apabila terlibat kecelakaan, setidaknya aset berharga tidak hangus menjadi puing-puing.
Dengan melakukan perawatan yang benar, Anda memastikan bahwa sistem-sistem penting, seperti tangki bahan bakar, kelistrikan pendinginan, berfungsi optimal. Dalam hal ini, Bengkel NEWFAST hadir menawarkan berbagai layanan. Termasuk tune up, perawatan kelistrikan, perbaikan AC, ganti oli, rem dan masih banyak lagi.
Bengkel NEWFAST adalah pilihan tepat untuk berbagai kebutuhan perawatan mobil Anda. Bersama teknisi yang terampil dan profesional, kami memastikan terawat dengan baik. Sehingga risiko mobil terbakar pasca kecelakaan akibat kinerja mesin yang lemah tidak akan terjadi. Segera dapatkan layanan berkualitas dengan harga terjangkau hanya di sini!